RSS

Task

Mengapa Kita Dilarang Memakan Daging Ayam Bangkai (Tiren) ?

Suatu pagi, ibu menyuruh bibi membeli ayam kepasar.

“Bi, tolong ke pasar ya beli ayam, tapi pilih ayam yang benar jangan ayam tiren!” kata ibu. Lalu bibi menjawab dengan sedikit bingung “eng, memangnya ayam tiren itu apa bu?. Kenapa tidak boleh dimakan bu? Memang apa bedanya daging ayam tiren dengan daging ayam biasa bu? Bagaimana saya membedakan ayam tiren dengan yang bukan?”

Apa itu Ayam Tiren?

Daging ayam merupakan daging yang paling banyak diminati karena harganya paling murah dibandingkan dengan daging sapi ataupun kambing. Sehingga konsumen daging ayam pun mulai dari masyarakat kalangan bawah sampai kalangan atas. Tingginya tingkat permintaan terhadap daging ayam, membuat beberapa oknum berbuat curang dalam memasarkan ayamnya. Daging ayam yang dijual tidak hanya didapat dari peternakan di sekitar daerah, namun ada juga yang berasal dari luar daerah bahkan luar kota sehingga ayam-ayam tersebut harus dikirim terlebih dahulu sebelum dipasarkan. Dalam perjalanannya banyak ayam yang mati karena terjepit atau kepanasan. Pedagang yang nakal akan tetap menjual ayam yang mati sebelum disembelih tersebut, dan ayam seperti itulah yang disebut dengan ayam tiren. Ayam tiren pada dasarnya adalah ayam bangkai yaitu ayam yang mati bukan karena disembelih pada saat masih hidup melainkan ayam yang sebelumnya telah mati disebabkan daya tahan yang kurang baik selama perjalanan atau terkena penyakit kemudian sengaja disembelih untuk dijual di pasar.

Maraknya kasus ayam tiren sempat membuat khawatir para ibu-ibu rumah tangga dalam membeli ayam. Karena sejatinya Ibu mana yang tega memberikan makan berupa bangkai kekeluarganya.

Bagaimana cara membedakan ayam tiren dan ayam normal?

Perbedaan antara ayam tiren dengan ayam normal bisa terlihat dari beberapa aspek mengenai ciri-ciri daging ayam tiren, yaitu warna kulit terdapat bercak-bercak darah pada bagian kepala, leher, punggung, sayap dan dada, keadaan serabut otot berwarna kemerahan.

Perbedaan yang terjadi antara daging ayam normal dan daging ayam tiren disebabkan adanya pembusukan yang terjadi pada daging ayam normal. Dalam arti sempit, pembusukan adalah perubahan aroma, rasa, serta tekstur dari daging, sedangkan dalam arti luas adalah penguraian struktur dan komposisi dasar daging.

Akibat aktifitas mikroorganisme yang mengeluarkan eksoenzim yang bersifat hidrolitik, akan membuat daging menjadi tidak kenyal disebabkan karena hilangnya elastisitas serat-serat daging. Akibat proses enzimatik yang berlangsung terus menerus pada daging akan mengundang mikroorganisme lain yang mengakibatkan pembusukan pada daging.

Daging ayam merupakan media yang baik untuk perkembangan bakteri. Pembusukan daging oleh bakteri dapat digolongkan berdasarkan ada tidaknya udara. Pembusukan pada keadaan aerobik ditandai oleh adanya lendir, perubahan warna pigmen daging, perubahan lemak, rasa dan bau. Pembusukan pada keadaan anaerobik ditandai oleh campuran bau dan rasa asam yang disebabkan oleh asam format, asam formiat, asam asetat, asam butirat, asam propionat, dan asam lemak bebas dalam jumlah banyak serta dekomposisi protein yang menyebabkan bau busuk.

Menurut Ayres et al (1980) jika pada bangkai ayam bakteri penyebab pembusukan sudah mencapai lebih dari 10 juta/cm2 mulailah tercium bau busuk, disusul dengan permukaan berair pada daging ayam. Cairan tersebut akan menjadi putih atau krem dan terakhir menjadi lendir. Berdasarkan penelitian, lebih dari 300 jenis mikroorganisme yang berhasil diisolasi dari daging yang mengalami pembusukan, lebih dari 100 adalah bakteri asam laktat, kurang dari 100 mikrobakteria, 70 biakan jamur dan 40 biakan mikrokoki. Dari beberapa penelitian diketahui bahwa genus yang mendominasi pembusukan daging adalah Pseudomonas, Flavobacterium, Micrococcus, Bacillus, Streptococcus, Lactobacillus (Jay, 1978).

Menurut pakar Gizi IPB Prof Ir Ali Khomsan, pada daging ayam tiren pertumbuhan bakteri jenis salmonella sudah jauh lebih banyak. Tergantung berapa lama jarak kematian ayam tersebut dengan masa konsumsi. Semakin lama jaraknya, maka semakin banyak kandungan bakteri salmonellanya.Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tipus, paratifod dan penyakit foodborn.

Terlebih jika kandungan air dalam ayam tiren  cukup banyak (ayam gemuk), maka pertumbuhan bakteri salmonella akan jauh lebih cepat dan banyak.

Banyaknya mikroba berbahaya yang tumbuh dalam ayam tiren membuat ayam tiren berbahaya untuk dikonsumsi. Walaupun dampak yang ditimbulkan tidak sampai menyebabkan kematian, hanya saja menyebabkan mual, dan sakit typus.

Berdasarkan pemaparan diatas, tidak heran jika islam melarang umatnya mengkonsumsi binatang bangkai sesuai dengan ayat Al-quran Surat Al Baqarah :173

Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama selain Allah) Tetapi siapa yang terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Terbukti betapa sayangnya Allah SWT kepada hambanyaJ

Sumber:

http://repository.unpad.ac.id/bitstream/handle/123456789/544/studi_tentang_keamanan_karkas_ayam_broiler.pdf

http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/32791/F06arn.pdf

http://poskota.co.id/berita-terkini/2009/08/27/makan-ayam-tiren-bisa-kena-typus

Ayres, J.C. , J.O Mundt, dan W.E. Sandine. 1980. Microbiology of Foods. W.H.

Freemand and Company, San Francisco.

Jay, J.M. 1978. Modern Food Microbiology. Second Edition. Van Nostrand

Reinhold Company, New York.


 

34 Respon untuk Task

  1. ellanurlelasari

    Mei 25, 2012 at 11:37 pm

    sedikit menambahkan bahwa dampak konsumsi ayam tiren atau bangkai tidak secara langsung namun menunggu dahulu beberapa waktu, sumber: http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=bakteri+pada+bangkai&source=web&cd=8&ved=0CGEQFjAH&url=http%3A%2F%2Fjtp.ub.ac.id%2Findex.php%2Fjtp%2Farticle%2Fdownload%2F304%2F375&ei=bBDAT_fLMInsrAes5uzICQ&usg=AFQjCNGLAdF2NHHxWfLfvyr1E3DXrpeQYA,, tapi bagaimana dengan daging ayam yang telah dimasak,bukankah bakteri akan mati pada suhu panas??

     
  2. Rahmita El jannati

    Mei 26, 2012 at 4:59 am

    Yup, setuju dengan artikel ditiya. Ternyata ada sebuah penelitian yang membandingkan jumlah bakeri pada ayam yang mati normal, ayam tiren yang mati setelah 30 menit, dan ayam tiren yang mati setelah 60 menit. Jumlah bakteri masing-masing secera berurutan adalah 9,0×108 , 102×108 dan 114×108.
    Lalu bagaimana dengan jumlah baktei ayam tiren yang telah berhari2? Jika memakanya, sama-saja dengan menyantap dadar bakteri kali ya..hehe
    http://profabuscientist.blogspot.com/view/class

     
  3. annisa febrianti

    Mei 26, 2012 at 6:04 am

    Sebenarnya selain ayam tiren, kita juga harus mewaspadai chicken nugget. Karena ada jaman modern ini ayam disuntik dengan steroid agar cepat besar sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar. Kebutuhan ini tak lain adalah kebutuhan akan
    makanan. Biasanya suntikan ini dilakukan pada bagian leher atau sayap. Oleh karena ini pada dua tempat inilah terdapat konsentrasi steroid yang paling tinggi. Steroid inilah yang memberikan pengaruh pada tubuh sehingga cepat pertumbuhannya. Bahkan lebih bahayanya lagi efeknya bagi hormon wanita, membuat wanita lebih rentan untuk terkena kista rahim. http://groups.yahoo.com/group/amalmulia/message/129?var=1

     
  4. anamarutti

    Mei 26, 2012 at 7:16 am

    indahnya islam yya Subhanallah sekarang orang2 juga bisa tau kenapa islam melarang kita makan bangkai ..wah artikelnya bagus yya dit’ nah kalo ditya kan ayam tiren dalam bentuk ayam ya, bagaimana kalo dalam bentuk nuget ??? trus ana jadi curiga sama ayam2 yang ada di supermarket ??? itu tiren bukan yya dit hhihi kan berhari2.. trus gimana bakteri itu tumbuh??? dan 1 lagi yang ella bilang ana juga penasaran saat di goreng di minyak panas apakah bakterinya mati atau tidak ?? apa bakterinya tipe termofil yya ??
    ana juga baca sedikit tentang
    “STUDI DAGING AYAM BANGKAI: PERUBAHAN ORGANOLEPTIK DAN POLA PERTUMBUHAN BAKTERI” linknya jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/download/304/375

     
  5. aiyusoemarno

    Mei 26, 2012 at 7:18 am

    betul saya setuju dengan artikel anda ..http://news.mnctv.com/index.php?option=com_content&task=view&id=16961&Itemid=24,, msh terkait dengan harus mewaspadai chicken nugget,, nah ntu gmn ne caranya untuk membedakannya?

     
  6. anamarutti

    Mei 26, 2012 at 7:26 am

    subhanallah yya bagus artikelnya sekarang orang akan tahu kenapa islam melarang kita untuk makan bangkai .. terjawab lah sebabnya.. tapi dit gimana soal nuget??? kaya yang dibilang beda’in anatara yang tiren dan tidak ?? trus kalo ayam2 yang di supermarket itu gimana bakterinya, ko kayanya ayamnya itu berhari2 tetap aja segar yya?? trus soal ella ana sama bakterinya itu mati atau tidak meskipun sudah digoreng ? apakah karena jenisnya thermofil ???
    ini ada link yang menarik juga dit yang ana dapat dilihat dari link ini bentuknya pdf.
    jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/download/304/375 =)

     
  7. annisa52

    Mei 26, 2012 at 1:15 pm

    penemuan teknologi tentang kerugian memakan bangkai tidak bisa dijadikan sebagai dalil tentang keharaman suatu hukum. saya cuma mikir, kalo orang yang makan ayam tiren secara kontinue, namun tidak merasakan kerugian apapun, berarti gak apa-apa dong qt makan ayam tiren. itu kalo orang yang mikirnya secara bebas. . jadi harus ditegaskan bahwa pengetahuan qt tentang suatu ilmu yang mendukung hukum adalah hanya sebagai keuntungan lain dari apa yang qt yakini.

     
  8. bayuafr

    Mei 26, 2012 at 6:23 pm

    Bagus diiiiit. ayo cermat dalam memilih ayam ! hehe.
    mau mencoba menjawab pertanyaan ana, jadi kalau ciri-ciri fisik daging ayam yang mengandung pengawet diantaranya adalah warnanya lebih putih dan lebih padat, tidak rusak sampai dua
    hari pada suhu kamar, teksturnya kencang, bau agak menyengat, tidak ada lalat yang mengerubungi dan jika daging ayam dimasukkan ke dalam reagen untuk diuji laboratorium maka akan menimbulkan gelembung gas. Lalu Larutan formaldehid (formalin) adalah desinfektan yang efektif melawan bakteri vegetatif seperti jamur, atau virus, tetapi kurang efektif melawan spora bakteri. Formaldehid bereaksi dengan protein, sehingga dapat mengurangi aktivitas
    mikroorganisme. Larutan formaldehid 0,5% dalam waktu 6 – 12 jam dapat membunuh bakteri dan dalam waktu 2 – 4 hari dapat membunuh spora dalam waktu 18 jam,

    sumber : repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25329/…/Chapter%20II.pdf

     
  9. aidafitriyah

    Mei 27, 2012 at 3:14 am

    Sekarang saya tahu, kenapa islam tidak membolehkan makan bangkai. terima kasih buat infonya ya ukhti ditya ^_^
    sedikit menambahkan, Ayam tiren juga disebabkan daya tahan yang kurang baik selama perjalanan atau terkena penyakit kemudian sengaja disembelih untuk dijual di pasar.
    http://zackhoes.blogspot.com/2012/01/hubungan-keamanan-pangan-dan-ayam-tiren.html
    tambah serem aja, dari pada makan ayam tiren dengan harga murah lebih baik beli tahu tempe. hee
    tapi ukhti, saya pernah membaca hadits, semua yang dilaut halal termasuk bangkainya. itu artinya kita diperbolehkan makan bangkai ikan. sedangkan bangkai ayam tidak diperbolehkan. itu kenapa ya ukhti ?

     
  10. amuysaepudinmoch

    Mei 27, 2012 at 9:11 am

    ok dit..saya setuju dengan artikel mi, bagus banget deh,,terutama yang pada doyan makan ayam, dan berguna juga nih buat MAHASISWA/MAHASISWI yang biasanya tergiur dengan harga yang relatif murah tapi tidak memperhatikan kualitas terjamin pa engganya ayam tersebut!!!
    saya juag setuju dengan artikel anda yang menyatakan bahwa pada daging ayam tiren pertumbuhan bakteri jenis salmonella sudah jauh lebih banyak. Tergantung berapa lama jarak kematian ayam tersebut dengan masa konsumsi. Semakin lama jaraknya, maka semakin banyak kandungan bakteri salmonellanya.Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tipus, paratifod dan penyakit foodborn.

    NGERI juga nih,,,jangan2 ayam penyet, pecel ayam yang sering saya makan jangan jangan ayam tiren juaga nih….
    trus ane mau tanya ayam bangkai atau ayam tiren kan berbahaya.
    bagaimana dengan ikan2 yang sudah mati yang biasanya dijual dipasaran?Bukankah ikan itu pun bangkai juga?
    apakah sama juga bisa menimbulkan penyakit bila kita konsumsi?
    http://yunitabox.blogspot.com/2005/06/ayam-tiren.html

     
  11. ninismt

    Mei 27, 2012 at 9:13 am

    Artikelnya bagus.. memakan bangkai memang banyak sekali mudharatnya,, itulah sebabnya mengapa Allah melarang umat islam memakan bangkai sebagaimana firmannya pada QS. Al-Maidah ayat 3.. seperti yang sudah kita ketahui, bahwa sel-sel yang telah mati mengandung berbagai bahan beracun sebagai akibat dari kerusakan yang terjadi pada sel.
    Selanjutnya, zat-zat tak berguna ini bertambah banyak yang mengakibatkan sel-sel hidup teracuni olehnya, sehigga pencernaan makanan pada sel-sel tersebut pun terhambat. Yang selanjutnya berakibatkan kematian sel-sel hidup yag lebih banyak lagi.
    sumber:
    Al-Qur’anulkariim
    http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/01/13/lpfkuh-alquran-dan-sains-bahaya-memakan-bangkai-darah-dan-daging-babi

     
  12. birrilazizah

    Mei 28, 2012 at 4:36 am

    woooow… pengetahuuuaaaanku semakin bertambah, harus bisa membedakan nih mana daging tiren & mana daging yang baru & segar.
    tth ditya, bagaimana dengan perbedaaan yang sulit ditemui pada pasar yang keadaannya sama saja semrawutnya???
    kalau birrril ikut ibu ke pasar, birril senddiri masih belum bisa membedakan mana ayam tiren & mana yang bukan ayam tiren. hanya rasa curiga yang besar ajjah terhadap penjual ayam dengan keadaan ayam yang warna kulitnya tidak segar agak gelap kecoklatan, beberapa bagiannya menunjukan warna kebiruan & berlendir, saking banyaknya ayam yang dijual jadi enggak bisa bedain sendiri :( (
    terimakasiiiih buat infonya ya tth ditya ^_^

     
  13. Alvian Yadi

    Mei 28, 2012 at 10:57 am

    ibu zaman sekarang memang harus cermat seperti ibu adit yang satu ini,
    setuju sekali dengan artikel ditya,
    mau bertanya sebagai teman minum teh,
    bagaimana membedakan ayam olahan seperti sosis yang berbahan dasar tiren dengan sosis yg murni ayam?
    zaman sekarang apapun bisa dijadikan uang (dikutip dari kata diyta)
    terlebih makanan2 yg diperjual belikan dilingkungan sekolah SD maupun TK skrang menggunakan bahan makanan tak layak konsumsi

     
  14. novutripertiwi

    Mei 28, 2012 at 11:41 am

    waw..
    benar-benar..
    kecermatan dalam membeli daging ayam memang nomer satu,.
    dity di artikel mu ada yang menjelaskan tentang “lebih dari 100 adalah bakteri asam laktat, kurang dari 100 mikrobakteria, 70 biakan jamur dan 40 biakan mikrokok” yang mau saya tanyakan “mikrokok itu apa ya?
    ada tips untuk membeli daging ayam segar ni..

    menurut suber: http://belmart.co.id/memilih-daging-ayam-segar
    Berikut ciri-ciri ayam yang berkualitas segar dari Chef Hendro Soejadi:

    Bila dilihat, pada bagian dada tampak montok berisi.
    Pada bagian paha tidak keras dan tampak penuh berisi.
    Jika ditekan, akan kembali ke bentuk semula setelah dilepaskan.
    Memiliki kulit yang halus, tidak berbintil, dan tidak berbulu.
    Memiliki karkas utuh, tidak ada bercak darah atau bagian yang memar.

    menurut sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=240290026018192
    * Ayam segar biasa (segera dimasak, hanya tahan 4-6 jam setelah dipotong)
    * Ayam segar dingin (tahan 24 jam, dimasukkan dalam chiller/lemari es)
    * Ayam segar beku, tahan untuk beberapa hari jika disimpan dalam kondisi yang tepat (24 C dibawah nol).

    Dalam memilih daging ayam segar biasa, agar diperhatikan :

    * Warna daging : putih kekuningan
    * Warna lemak : putih kekuningan dan merata dibawah kulit.
    * Bau : segar & tidak berbau asing/abnormal
    * Kekenyalan : harus elastis (bila ditekan jari, akan kembali seperti semula)
    * Tidak ada tanda-tanda memar, atau tanda lain yang mencurigakan.

     
  15. syafafauziah

    Mei 28, 2012 at 11:56 am

    yupz betul sekali, karena bangkai ayam haram hukumnya bila qta makan,
    jagan kan bangkai ayam, lw qta memotong ayam tanpa baca basmalah adjj hram. aplagi bangkai.
    karenaa ayam yang mati tanpa banyak mengeluarkan banyak darah , sehigga racun yang ada didalam darah tetap mengendap tubuh hewan tersebut.

     
  16. meutiasanti

    Mei 28, 2012 at 12:25 pm

    Oh gitu..sip.sip. dengan membaca artikel ini banyak pengetahuan yg dapat di ambil dan bisa kita bagikan kepada keluarga, teman-teman terutama kepada para ibu di rumah.hhe. dengan begitu kita bisa membedakan mana ayam yang layak untuk di konsumsi, yang terjamin kualitas kebersihannya dan kesehatan ayam tersebut. untuk dapat mengetahui kualitas ayam tersebut baik atau tidak untuk di konsumsi dapat dilihat faktor-faktornya yaitu, baik pada waktu hewan masih hidup maupun setelah dipotong.Faktor penentu kualitas daging pada waktu hewan hidup adalah cara pemeliharaan, yang meliputi: pemberian pakan, tata laksana pemeliharaan, dan perawatan kesehatan. Kualitas daging juga dipengaruhi oleh pengeluaran darah pada waktu hewan dipotong dan kontaminasi sesudah hewan dipotong. Saya mendapatkan info juga bahwa,Pedagang yang menjual ayam tiren biasanya menjual pada waktu dini hari atau ketika hari masih gelap, sehingga pembeli tidak dapat mengecek kondisi ayam yang dibelinya.
    http://bisnis.vivanews.com/news/read/233961-waspadai-ayam–tiren–jelang-puasa

     
  17. Dian Ratna Sari

    Mei 28, 2012 at 12:41 pm

    artikelnya bagus iiaa?????
    bwd calon ibu rumah tangga sllu waspada sm daging ayam tiren iiaa :)
    terima kasih Ditya ,,,,

     
  18. qumillaila

    Mei 28, 2012 at 3:06 pm

    kenapa tdk boleh makan ayam tiren? jawabannya, kayak ga ada ayam yang lain aja hahaha :D (kidding).

    kalau saya justru setuju dengan pertanyaan ella nurlela sari. bukankah kalau sudah dimasak hingga matang bakteri akan mati? seperti E. coli dan Pseudomonas misalnya?

    meski demikian bukan berarti saya mau makan daging tiren loh,, selain dilarang dalam ajaran islam juga dimakannya gak enak pastinya kalo dilihat dr ciri-ciri fisiknya

     
  19. hanahamdlah

    Mei 28, 2012 at 3:57 pm

    dengan baca artikel ini jadi tahu deh…bagaimana dampak ayam yang sudah menjadi bangkai bila dikonsumsi.
    lalu bagaimna dengan ikan yang sudah menjadi bangkai dan boleh dikonsumsi menurut agama? bukannya itu juga banyak bakterinya?

     
  20. Iyus Abdusyakir

    Mei 29, 2012 at 2:16 am

    Indahnya Islam yang selalu memberikan tuntunan bagi setiap umatnya. sedikit menambahkan, untuk membedakan mana ayam segar dan ayam bangkai bisa dilihat dari fisik. Contohnya pada ayam bangkai memiliki bau busuk, di ketek, sayap serta leher terdapat bendungan darah, kulitnya lember dan berair, warna agak biru kehitam-hitaman. Jika digoreng pun warna daging terlihat membiru. silahkan untuk tambahan informasinya d klik http://organisasi.org/bahaya-bau-racun-dan-bakteri-pada-bangkai-mayat-bagi-kesehatan-manusia

     
  21. tutikhoiriah

    Mei 29, 2012 at 3:18 am

    Saya setuju dengan arttikelnya, tentu tidak baik jika ayam tiren dikonsumsi.Terlebih jika kandungan air dalam ayam tiren cukup banyak (ayam gemuk), maka pertumbuhan bakteri salmonella akan jauh lebih cepat dan banyak. Bakteri salmonella ini banyak ditemukan pada makanan yang berasal dari unggas dan merupakan pencetus utama penyakit typus (tipes).
    http://poskota.co.id/berita-terkini/2009/08/27/makan-ayam-tiren-bisa-kena-typus

     
  22. Musliyadi

    Mei 29, 2012 at 3:41 am

    Saya setuju 100% dengan artikel saudari ditya.. karena agama kita pun melarang memakan daging tiren, karena banyak mudarat yg terkandung didalamnya,..
    http://disnak.pamekasankab.go.id/index.php/info-teknologi-peternakan/152-jenis-jenis-penyimpangan-pada-daging
    Terima kasih utk info’a.. good joob..

     
  23. izkar19annyeonghaseyo

    Mei 29, 2012 at 5:15 am

    wah nambah pengetahuan lagi nii, dari artikelnya, saya mau mencoba menjawab pertanyaan hana, ada bangkai yang dihalalkan yaitu bangkai ikan dan belalang. hal tersebut berdasarkan sabda Nabi.
    “Artinya : Dihalalkan bagu kalian dua bangkai dan dua darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati (lever) dan limpa”. [HR Ibnu Majah no. 3314 dan dishohihkan Syeikh Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Al Shohihah no.1118]
    kandungan mikroba pada bangkai ikan saya tidak tahu, tetapi kandungan protein yang terdapat pada ikan sangat banyak dan sangat dibutuhkan oleh tubuh

     
  24. latifa180692

    Mei 29, 2012 at 11:53 am

    terima kasih neng ditya untuk tulisannyaa.. ooh jd kenapa gak boleh makan daging tiren itu karena kematian hewa tsb yg tidak normal atau dipaksakan yah ,hemmm. (baru tau,aduuh peh kemana aja anak biologi malu2in yah hehe). jadi itu intinya gni yah dit, pertumbuhan bakteri pd ayam tiren lbh cepat drpd ayam normal karena sistem imun ayam tiren yg lbh lemah dan walaupun sdh mati, sisa kinerja sistem imunnya msh sdkit mempengaruhi aktifitas bakteri yg hinggap di daging ayam tsb? gitu yah?

     
  25. irmarikha

    Mei 29, 2012 at 12:40 pm

    semuanya setuju dengan artikelnya saya juga setujuuuu… menambahi coment saudara iyus, daging ayam, ayam tiren lebih mudah dikenali. Ciri-cirinya terdapat bercak-bercak darah pada bagian kepala, leher, punggung, sayap dan dada. Bau daging agak anyir dan amis karena sudah menjadi bangkai. Konsistensi dada dan paha lembek. Keadaan serabut otot berwarna kemerahan dan pembuluh darah di daerah sayap berdarah. Warna hati merah kehitaman.
    http://www.halalmui.org/newMUI/index.php/main/jurnal_detil/29/183

     
  26. maryamnurfadilah

    Mei 29, 2012 at 3:24 pm

    selain dilarang dlm agama memakai ayam tiren sama dengan memakan bangkai yaitu hukumnya haram,dalam bangkai ayam pun banyak terdapat bakteri dan kuman2 akibat adanya pembusukan pada daging ayam,biasanya sudah dihinggapi lalat,dan lalat tersebut membawa mikroorganisme lain yang menyebabkan ayam itu cepat busuk dan bau,itulah yg dilarang kenapa kita tidak boleh memakan bangkai selain menjijikan dikhawatirkan mikroorganisme tersebut bisa membuat penyakit….hati2 klau membeli ayam dipasaran,harus bisa membedakannya y kawan……….

     
  27. faiza el jannati

    Mei 29, 2012 at 3:25 pm

    jadi takut salah pilih ayam nie.. ternyata Petugas mendapati sebagian daging ayam memiliki kandungan air tidak normal dengan pH 9,4 hingga 9,9, padahal seharusnya antara enam hingga tujuh. Warnanya pun pucat dan bekas luka sembelihannya tampak mulus. Diduga kuat, ayam-ayam ini adalah ayam tiren yang disuntik.
    sumber : http://berita.liputan6.com/read/293020/waspadai_ayam_tiren_dan_makanan_kedaluwarsa

     
  28. wildatiauli

    Mei 29, 2012 at 6:24 pm

    yoi, ayam tiren memang tidak baik bagi tubuh karena banyakya bakteri yang terdapat pada ayam tiren, tapi terpikirkan dan ingin menanyakan ini ke ditya “bila ayam tiren itu kita simpan di kondisi aseptik sehigga menghambat pertumbuhan bakteri berarti tak apa-apa kah memakan ayam tiren?”
    oh ya, saran jika kalian ingin membeli ayam sebaiknya belilah di tempat pemotongan ayam langsung atau saat ayam disembelih kita hadir disana (bahasanya “hadir” formal banget dah) agar kita bisa menjamin bahwa ayam yang akan kita konsumsi itu halalan toyyiban. Sumber:http://www.livestockreview.com/2011/10/jangan-pilih-masakan-berbahan-daging-ayam-tiren/

     
  29. tiolutfisahlan

    Mei 29, 2012 at 9:57 pm

    assalamu’alaykum ditya ambar… artikel diatas pernah menjadi topik hangat dulu, dan sekarang terangkat kembali. memang dari pandangan islam hanya beberapa hewan yg dibolehkan untuk dimakan dalam keadaan telah mati sebelumnya. tetapi dalam praktiknya ada yg ingin saya tanyakan, yakni apakah bakteri pada ayam mati yang sebelumnya sakit dengan ayam mati yg sebelumnya tidak sakit berbeda…?
    apa yg ada didalamnya…?
    maksih ditya ambar ^_^

     
  30. nurainibiob2008

    Mei 30, 2012 at 12:40 am

    maha benar allah dengan segala firmannya :)

     
  31. Rista Gustina

    Mei 30, 2012 at 1:22 am

    ok ditya,jadi ayamku??hehehe,(just kidding)
    menanggapi ela dan qumil…ada sumber yang meyatakan tentang bahaya bakteri walaupun sudah di masak. mengapa ayam tiren sangat buruk untuk dikonsumsi? Sebab, dalam daging ayam tiren banyak mengandung bakteri coli yang mengakibatkan diare. Ingat bakteri coli itu tidak mati meski daging ayam tersebut dimasak dengan kadar panas tertentu.
    http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=9018&no=2

     
  32. Husnul Khotimah

    Mei 30, 2012 at 1:34 am

    Terimakasih Ditya untuk info cara membedakan ayam tiren dan ayam segarnya..
    memang sih, kita harus berhati-hati dalam mebeli ayam agar tidak tercemar oleh bakteri dan menyebabkan penyakit. Penjualan daging di pasar tradisional sering dilakukan dengan cara dipotong menjadi bagian-bagian kecil, hal ini akan menambah jumlah mikroba pada permukaan potongan daging. Pemotongan daging menjadi bagian-bagian kecil (potongan eceran) akan memperluas daerah permukaan yang terpapar sehingga mikroba pada permukaan potongan tersebut lebih mudah mendapat makanan, air dan oksigen serta memperluas daerah penetrasi sehingga mikroba lebih cepat berkembang biak dan daging lebih mudah rusak.
    bisa baca lebih lengkapnya di –> http://www.bsn.go.id/files/348256357/PPIS%202011%20Yogya/cemaran%20salmonella%20pada%20ayam%20di%20DKI.pdf

     
  33. Isy Karimah

    Mei 30, 2012 at 2:48 am

    Subhanallah sesuatu bnget ya… mmg sesuatu yg Allah larang akan tersimpah himah di dlamnya.
    dan sudah sehrausnya pemerinta setempat mengayomi dan mengontrol pasar demi kesehateraan rakyat.
    Di antara makanan yang diharamkan adalah bangkai. Yang dimaksud bangkai adalah binatang yang mati secara alami seperti tercekik, terpukul, tertanduk oleh binatang lain atau diterkam binatang buas. Berkaitan dengan pertanyaan saudara, ayam yang sudah mati jelas haram dimakan karena termasuk kategori bangkai. Namun, apakah telor yang ada pada dubur ayam yang sudah mati tersebut termasuk haram atau tidak? Memakan telor dari binatang yang bertelor yang keluar pada waktu hidupnya tidak syak (ragu) lagi tentang halalnya, baik binatang yang hidup di darat maupun yang hidup di air. Sedangkan telor dari binatang yang sudah mati karena disembelih itupun jelas halalnya. Namun jika matinya karena tidak disembelih, bisa jadi ada yang beranggapan haram lantaran keluarnya dari binatang yang sudah menjadi bangkai, maka telornya pun ikut menjadi bangkai, jadi sama haramnya. http://www.muhammadiyah.or.id/11-content-188-det-tanya-jawab-alislam.html

     
  34. dityaambar

    Mei 30, 2012 at 3:14 am

    terima kasih kawanku atas komentar dan pertanyaannya..:) Menjawab pertanyaan teman-teman nih..Bakteri E. coli akan mati pada suhu 70 derajat celcius. Bakteri salmonella tumbuh subur pada suhu hangat, dan mati jika direbus sampai mendidih. Berdasarkan sumber (http://peternakan.litbang.deptan.go.id/fullteks/lokakarya/lkzo05-34.pdf). Penyimpanan dalam suhu rendah pun harus dibawah 15 derajat celcius. Tapi meskipun sudah diolah, ayam tiren sudah menjadi makanan yang tidak layak konsumsi.
    Jika sudah di olah memang susah membedakan ayam yang tiren dan ayam yang bukan tiren. Ciri ayam yang masih segar memiliki tekstur daging kenyal, berwarna putih segar dan mengilat. Selain itu tidak terdapat bercak darah di dalam daging. Sedangkan ciri ayam tiren yang sudah diolah cenderung berwarna hitam dan berbau bangka.
    http://www.radarjogja.co.id/berita/metropolis/20924-ayam-tiren-sengaja-dijual.html
    kandungan bakteri yang ada pada ayam yang sebelumnya sakit dan yang tidak tentu mengandung bakteri lebih banyak ayam yang sakit. Karena virus atau bakteri yang menyebabkan telah bersarang di ayam tersebut.

     

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.